http://jiie.unikhams.ac.id/index.php/files/issue/feedJournal of Indigenous Islamic Education2026-08-20T03:18:08+00:00Dr. Nurul Anam, S.Pd.I, M.Pd.nurul.anam86@gmail.comOpen Journal SystemsJIIE: Journal of Indigenous Islamic Educationhttp://jiie.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/22Kontribusi guru pai dalam membentuk karakter pelajar rahmatan lil alamin 2026-08-20T03:14:38+00:00Nur Priyaninurpriyani050@gmail.com<p>Pendidikan Agama Islam adalah pembelajaran untuk siswa agar dapat memahami ajaran Islam secara menyeluruh, lalu menghayati tujuan yang pada akhirnya dapat mengamalkan serta menjadikan Islam sebagai pandangan hidup. Selain itu penanaman toleransi pada siswa sangat diperlukan untuk membangun dan memperkuat keterikatan sosial dalam kehidupan. Proses ataupun hasil belajar pada pendidikan agama islam selalu berpadu dengan keislaman, dimana keislaman melandasi aktivitas belajar, menafasi perubahan yang terjadi serta menjiwai aktivitas berikutnya. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter Pelajar Rahmatan Lil Alamin yang mencakup nilai-nilai ta’adub, tawassut dan musawah. Dari latar belakang tersebut maka fokus penelitian dalam penelitian ini yaitu bagaimana kontribusi guru PAI dalam membentuk karakter pelajar rahmatan lil alamin di MA Ashri Jember?. Berdasarkan latar belakang dan fokus di atas, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik penentuan informannya menggunakan <em>purposive sampling</em>. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, display data, mengambil kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi guru PAI dalam membentuk karakter pelajar rahmatan lil alamin sangat besar yaitu mampu mewujudkan pelajar yang mempunyai karakter <em>ta’addub</em>/berakhlak mulia, <em>tawassut</em>/moderat dan musawwah/ toleran. Implikasinya adalah: 1) Siswa memiliki sikap <em>ta’adub</em>,memiliki akhlak mulia. 2) Memiliki sikap <em>tawassut</em> yaitu menjadi individu yang menjaga keseimbangan yang tidak condong kepada salah satu perkara saja,toleran dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat 3) serta memiliki karakter <em>musawah</em> yaitu untuk melahirkan generasi muslim dengan karakter <em>musawah</em> serta mengarahkan anak didik menjadi insan yang berilmu, beriman dan berprestasi.</p>2026-01-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nur Priyanihttp://jiie.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/24Budaya Sekolah sebagai Media Internalisasi Karakter Siswa Madrasah Tsanawiyah2026-08-20T03:18:08+00:00Nurul Hayatiyatiec@gmail.com<p>Pendidikan bagi perempuan di Indonesia masih memiliki berbagai tantangan terkait emansipasi, meskipun Islam mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama. Kesenjangan masih terjadi di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh budaya patriartki yang masih kental di masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas, pendidikan berbasis emansipatoris diperlukan guna memberdayakan perempuan dan memastikan hak-hak mereka di dunia pendidikan dapat terpenuhi dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Tehnik penentuan informannya menggunakan <em>purposive sampling</em>. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan observasi partisipatif, wawancara dan dokumentasi. Tekhnik analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman, yaitu; reduksi data, display data, mengambil kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data menggunakan trangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan yaitu: 1) Tujuannya adalah agar peserta didik bisa mandiri dalam mencari solusi dalam berbagai masalah yang dihadapi dan bisa produktif dalam mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya tanpa ada ketergantungan. Siswa mampu memahami masalah dan bisa mengambil keputusan berdasar kemampuan dan kebutuhan serta keinginan siswa yang bersangkutan; mampu mengambil hikmah dari pelajaran. 2) Faktor pendukungnya yaitu : Adanya sarana dan prasarana yang cukup memadai; Kualitas guru yang professional dibidangnya; Gurunya sabar dan telaten sehingga siswa merasa nyaman dan aman selama mengikuti pembelajaran; Gurunya asik dan menarik dalam segi penampilan dan penyampaian materi pelajaran dan penghambatnya adalah: Managemen sekolah yang perlu selalu dibenahi, Jadwal kegiatan belum terprogram; sarana dan prasarana yang kurang memadai; Lingkungan yang kurang akomodir; Perlu penambahan turor yang professional; Kurangnya buku penunjang tentang pentingnya pendidikan perempuan.</p>2026-01-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nurul Hayatihttp://jiie.unikhams.ac.id/index.php/files/article/view/23Pengelolaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berorientasi pada Pembentukan Karakter Moderat dalam Kurikulum Merdeka2026-08-20T03:16:54+00:00Risqiyatul Hidayahrizqiyatulhidayah220496@gmail.com<p>Pembelajaran dengan wawasan karakter moderat ini sudah diterapkan dengan baik di Lembaga Madrasah Aliyah Nurul Qona’ah. menunjukkan bahwa pembentukan karakter moderat sudah diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran yaitu dengan melaksanakan piket sesuai dengan ketentuan, guru yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat, dan penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran untuk melatih peserta didik menghargai pendapat orang lain. Penelitian ini menggunakan penedekatan kualitatif, tekhnik tekhnik penentuan informannya menggunakan purposive sampling, Tekhnik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu reduksi data, display data, mengambilan kesimpulan atau verifikasi keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan yaitu : 1) di MA Nurul Qona’ah telah merencanakan pembelajaran dengan materi Islam wasathiyah, diantaranya dengan: Menyiapakan modul ajar berdasarkan capaian pembelajaran (CP) dan tujuan pembelajaran (TP), Menggunakan metode diskusi, dan demonstrasi, Menggunakan media pembelajaran berupa papan tulis, spidol, proyektor. 2) Pelaksanaan pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan karakter moderat di MA Nurul Qona’ah berjalan efektif dan sesuai dengan modul ajar yang telah disusun oleh guru. Materi islam wasathiyah yang ada pada pembelajaran PAI disampaikan dengan menggunakan metode diskusi dan demontrasi, 3) Evaluasi saat pembelajaran, guru juga melakukan evaluasi secara berkala yakni penilaian di pertengahan semester dan di akhir semester. Untuk kegiatan penilaian tengah semester dikenal dengan Sumatif Tengah Semester (STS) dan penilaian akhir semester dikenal dengan Sumatif Akhir Semester (SAT).</p>2026-01-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Risqiyatul Hidayah